Senin, 23 April 2012

Segudang Manfaat Hormon Cinta (Oksitosin)

Jika anda memiliki akun twitter dan anda sedang membukanya, So Please klik link:


Jika anda sedang membuka akun fb dan ingin mengirim alamat posting ini kedinding anda, silahkan klik jempol dibawah:




Jika Anda merasa sangat terikat dan tidak bisa meninggalkan pasangan walaupun telah putus, mungkin oksitosin sedang memegang kendali atas tubuh Anda. Hormon ini muncul akibat kemesraan secara fisik maupun psikologis pada hubungan seseorang dengan orang lainnya. Menyulitkan? Hmm.. Ya, dalam konteks patah hati. Tapi ternyata oksitosin punya manfaat lainnya yang sangat baik untuk kebahagiaan manusia.


Mempererat hubungan

Tidak hanya dengan pasangan, ibu hamil yang memiliki level hormon oksitosin tinggi di tiga bulan pertama kehamilan terbukti terikat lebih kuat secara batiniah dengan bayi mereka setelah bayi itu lahir. Ini juga yang menjelaskan mengapa anak adopsi umumnya menemui kesulitan membentuk hubungan yang kuat dengan orang tuanya.

Meringankan stres

Berpelukan dan bermanja-manja pada pasangan memang efektif meredakan stres yang sedang melanda pikiran, salah satunya karena hormon oksitosin yang muncul saat ada melakukan kontak fisik yang menyenangkan dengan pasangan.

Memperkuat ingatan

Keterikatan antara ibu dan anak ternyata juga berlaku sebaliknya. Okstiosin terbukti memperkuat ingatan seseorang akan kenangannya dengan ibu mereka, terutama jika keduanya memiliki hubungan yang baik.

Memperlancar proses melahirkan

Dalam ilmu kebidanan, oksitosin dikenal sebagai hormon yang memperlancar proses melahirkan dan menyusui. Oksitosin membuat kontraksi uterin menjadi intensif dan karena itu mempermudah bukaan serviks sebagai jalan keluar bayi.

Pemicu gairah seksual

Pasangan yang biasa bermesraan akan lebih mudah untuk naik ke tahap arousal karena adanya hormon oksitosin ini. Oleh karena oksitosin juga membuat seseorang merasa dekat dan terikat secara batiniah, maka hormon ini juga mempermudah wanita mencapai orgasme.

Mengurangi ketagihan narkotika

Sebuah artikel tahun 1999 di jurnal Progress in Brain Research, beberapa studi mengindikasikan bahwa oksitosin mampu menghambat keinginan memakai obat-obatan terlarang dan sekaligus mengurangi gejala kecanduan atau sakaw.

Meningkatkan social skills

Studi membuktikan seorang autis yang diberi oksitosin menjadi lebih bisa berinteraksi dengan orang lain. Tidak heran jika dalam berbagai film digambarkan seseorang dengan masalah sosial bisa berubah menjadi lebih baik ketika sedang membina hubungan yang penuh cinta.

Menumbuhkan insting melindungi

Sikap orang tua yang tidak akan membiarkan keluarga dan anak-anaknya dilukai orang nampaknya adalah 'produk' dari oksitosin ini dalam tubuh manusia. Dari hasil penelitian, hormon ini mendorong munculnya perilaku proteksionis seseorang pada kawanannya.

Membantu tidur nyenyak

Oksitosin beraksi melawan kerja cortisol, si hormon penyebab stres. Hasilnya, seseorang akan merasa tenang dan damai, sehingga membantu seseorang untuk tidur nyenyak. (vem/miw)
Sumber: http://nurmanali.blogspot.com/

2 komentar: