Kamis, 19 April 2012

Mengapa Gairah Seks Berkurang Setelah Melahirkan?

Jika anda memiliki akun twitter dan anda sedang membukanya, So Please klik link:


Jika anda sedang membuka akun fb dan ingin mengirim alamat posting ini kedinding anda, silahkan klik jempol dibawah:



Ternyata ada beberapa hal yang dapat menyebabkan menurunnya hasrat seksual, mulai dari masalah pada fisik hingga masalah psikologis. Dr Renee Horowitz, Direktur dari pusat kebugaran seksual di Farmington Hills mengatakan bahwa kondisi ini dapat terjadi pada wanita yang melahirkan baik secara normal ataupun melalui operasi caesar.

"Frekuensi seks akan berkurang dalam tahun pertama setelah melahirkan, pengurangan hasrat seksual secara umum berlanjut selama 6 hingga 8 pekan, ujar Dr.Horowitz seperti dikutip dari Foxnews. Dr. Horowitz menyebutkan beberapa penyebab dari menurunnya dorongan seksual pada wanita setelah melahirkan yaitu :
1. Hormon
Kadar prolaktin akan naik yang memungkinkan ibu untuk menyusui, tetapi hal ini membuat berkurangnya kadar dopamin yang mengakibatkan berkurangnya dorongan seksual.
2.Perubahan bentuk tubuh
Selama masa kehamilan bentuk tubuh wanita akan berubah, dan secara umum kondisi ini masih jadi masalah setelah melahirkan. Perubahan dalam bentuk tubuh akan membuat wanita merasa tidak seksi atau percaya diri, dan menyebabkan penolakan untuk bercinta.
3. Sakit selama berhubungan seks
Dr.Horowitz mengatakan bahwa secara fisik lebih dari setengah wanita mengalami sakit selama berhubungan seksual pada pertama kali setelah melahirkan. Kondisi ini kebanyakan terjadi pada wanita yang melahirkan normal dan ditangani dengan vakum ekstraktor. "Trauma menjadi penyebab umum dari luka ini. Sekitar 21 persen terjadi jika mereka dijahit dan 40 persen terjadi pada wanita yang melakukan episiotomi," ujarnya.
4. Menyusui
Menyusui dapat memicu pengurangan kemampuan wanita yang secara seksual berkembang karena dinding vagina menipis seiring perubahan hormon. Pada beberapa orang hal itu dapat menyebabkan kurangnya intensitas orgasme.
"Secara umum, tak ada efek jangka panjang pada kondisi ini. Tetapi jika ada, Anda harus membahas hal ini dengan dokter kandungan agar tidak menghancurkan kehidupan seks Anda," ujar Dr.Horowotz.
Lebih lanjut, Dr.Horowitz mengatakan bahwa ada hal-hal yang bisa dilakukan oleh pasangan, salah satunya adalah harus bergerak perlahan dan lembut. Di samping itu, kelelahan yang dialami wanita dalam melahirkan bayi juga berpengaruh.
"Penting bagi pasangan untuk menghabiskan waktu bersama. Hal itu tidak selalu mengenai seks, yang paling penting adalah keintiman seperti sentuhan, ciuman, pegangan tangan atau hal romantis lainnya," tambahnya.
(ant/miw)
Sumber: http://nurmanali.blogspot.com/

2 komentar: