Senin, 23 April 2012

Foreplay is Everything, Setuju

Jika anda memiliki akun twitter dan anda sedang membukanya, So Please klik link:


Jika anda sedang membuka akun fb dan ingin mengirim alamat posting ini kedinding anda, silahkan klik jempol dibawah:




Saat kita berbincang tentang making love, urutan pertama yang harus kita bahas adalah foreplay. Ya! Bukan melulu tentang tempat, teknik atau bahkan ukuran. 


Foreplay haruslah menjadi list pertama yang dilakukan sebagai menu pembuka sebelum beranjak ke menu selanjutnya. Foreplay membuat Anda dan pasangan jauh lebih siap saat menapaki setiap tangga yang akan Anda lewati. Bahkan, menurut hasil laporan, sebagian besar pasangan tidak mencapai orgasme karena tak cukup melakukan foreplay.

Ok, bila Anda masih mengernyitkan dahi dan tak setuju akan pernyataan di atas, coba jawab pertanyaan ini:

Foreplay adalah...

A. Suatu kegiatan mencakup teasing, flirting, hingga membuka baju, namun terjadi sebelum intercourse

B. Mencium, meraba, dan menindih

C. Mengajak pasangan untuk menuju intercourse dan main course

D. Tak satupun jawaban di atas benar

E. Jawaban A, B, dan C benar. Dan bahkan masih banyak yang bisa dilakukan saat foreplay

Bagaimana? Mari check jawaban Anda.

Apabila Anda menjawab E, maka Anda sangat tahu betul bagaimana peran foreplay dalam 'permainan' Anda. E untuk Everything, karena foreplay memang kunci dari semua hal baik fisik maupun emosional yang menciptakan kedekatan dan keterikatan saat intim dengan pasangan.

Sekarang, pertanyaannya adalah bagaimana membuat foreplay menjadi menyenangkan dan mengantar Anda pada main course yang 'mengenyangkan' ?

Sentuhan intim

Foreplay memang mencakup sentuhan-sentuhan yang dilakukan secara intim, tak hanya di 'piranti intim' saja, namun juga spot-spot yang apabila disentuh dapat meningkatkan gairah. Seperti misalnya: daerah belakang telinga, daerah seputar leher, daerah seputar dada, sentuhan tangan dan jemari, daerah di sekitar perut, bahkan betis.

Jangan ragu dan merasa malu memberikan sentuhan-sentuhan di daerah tersebut, dan biarkan 'piranti intim' menjadi daerah terakhir yang disentuh sebagai klimaks.

Koneksi dengan pasangan

Yang dimaksud di sini bukan koneksi internet, namun bagaimana Anda dan pasangan bisa nyambung dan tahu bahwa ada satu hal yang sedang Anda dan si dia kerjakan untuk mencapai suatu hal yang diinginkan bersama.

Dalam hal ini, komunikasi sangatlah penting, tak hanya komunikasi verbal namun juga non verbal. Koneksi dapat terbangun saat ada kontak mata, kontak fisik, dan komunikasi verbal yang mengarah kepada pembicaraan intim.

Bahasa 'intim' tubuh

Berbeda dengan bahasa tubuh lain, saat Anda sedang memasuki session intim, tentu Anda akan menangkap gerakan-gerakan tubuh yang 'berbeda' dari pasangan. Nah, gerakan tubuh ini pada umumnya dilakukan secara spontan saat kegiatan berubah ke arah intim. Sehingga Anda juga tak perlu malu untuk berekspresi dan menunjukkan kedekatan Anda dan pasangan.

Ciuman

Aha! Ini yang tak boleh terlupakan. Ciuman sangatlah penting dalam foreplay, mulai dari light kiss hingga french kiss dengan permainan lidah yang akan membuat seluruh titik tubuh larut dalam gairah.

Petting

Sebelum menuju intercourse dan main course, petting adalah stage terakhir yang harus Anda lewati dalam foreplay. Pengalaman ini akan menuntut Anda dan pasangan menuju lubrikasi sempurna, sehingga saat intercourse Anda akan merasa lebih nyaman karena lubrikasi telah sempurna.

Ingin menggiring foreplay pada suasana romantis? Wine dan lagu-lagu romantis kesukaan Anda adalah pilihan yang cemerlang. (vem/bee)
Sumber: http://nurmanali.blogspot.com/

2 komentar: