Minggu, 02 Oktober 2011

Ngewe dengan Pejabat

Jika anda memiliki akun twitter dan anda sedang membukanya, So Please klik link:


Jika anda sedang membuka akun fb dan ingin mengirim alamat posting ini kedinding anda, silahkan klik jempol dibawah:




Skandal Seks Pejabat – Memakai Uang Rakyat untuk Maksiat?

Max Moein dengan seorang perempuan
Max Moein dengan seorang perempuan
Beberapa pejabat tertangkap basah selingkuh di antaranya dengan pelacur. Padahal upah pelacur kelas atas Rp 5-7 juta sekali main. Jadi jika pejabat tersebut main seminggu sekali akan habis Rp 28 juta lebih per bulan hanya untuk maksiat. Padahal gajinya hanya Rp 30 juta per bulan (belum dipotong buat partai).
Oleh karena itu pejabat yang selingkuh bukannya memakai uangnya untuk memakmurkan rakyat justru memakainya untuk maksiat. Karena biaya zinah cukup besar, dia juga bisa melakukan korupsi untuk itu. Di antaranya ada yang dituduh korupsi menerima uang suap.
Ada lagi seorang karyawan di satu lembaga militer yang kerap ditugaskan atasannya untuk mencari perempuan bagi pejabat pusat yang berkunjung. Itu semua memakai uang negara. Apakah ini cuma kasuistis atau terjadi di departemen lain?
Yahya Zaini dan Maria Eva
Yahya Zaini dan Maria Eva
Mudah-mudahan KPK bisa menyelidiki hal ini.
Berikut beberapa artikel di media massa tentang skandal seks para pejabat:
31/05/2008 18:00 Kasus Asusila
Lagi, Foto Mesra Max Moein Beredar di Internet
Liputan6.com, Jakarta: Ternyata bukan cuma sebuah foto yang memperlihatkan kemesraan anggota DPR Max Moein dengan asistennya yang disebut bernama Desi Firdiyanti. Di dunia maya, kini beredar pula foto lain anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu sedang tiduran di sebuah kamar.
Dalam jumpa pers beberapa hari silam, melalui pengacaranya, Desi membantah bahwa wanita dalam foto itu adalah dirinya. Adapun seorang pakar gambar digital juga curiga ada rekayasa teknologi dalam foto tersebut. Untuk meneliti keasliannya harus merujuk pada foto aslinya, bukan hanya foto di internet.
Terlepas dari keaslian foto-foto mesra Max Moein, anggota Dewan itu sekarang menghadapi tuduhan pelecehan seksual dari Desi Firdiyanti. Menurut kuasa hukum Desi, kasus ini sudah dilaporkan ke Badan Kehormatan DPR setahun lalu. Kemarin, BK DPR berkonsultasi dengan pimpinan DPR untuk menyelidiki kasus ini. Sayangnya, fokusnya lebih pada dugaan pelanggaran etika yang dilakukan Max Moein terkait tersebarnya foto itu. DPR pun akan memanggil Max, pekan depan [baca: BK DPR Selidiki Kasus Max Moein].
Jika benar, kasus Max Moein tentu saja menambah daftar skandal wakil rakyat. Bukan cuma kasus suap dan korupsi, tapi juga skandal seks. Rakyat tentu belum lupa kasus video porno Yahya Zaini dari Fraksi Partai Golkar dengan artis Maria Eva. Wajarlah bila rakyat pun kesal melihat ulah wakilnya [baca: Video Porno Anggota Dewan Gegerkan DPR].(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)
Baca artikel selengkapnya di:
Skandal Seks Yahya Zaini
Nasib baik Yahya memang tak bisa dilepaskan dari campur tangan Akbar, seniornya di HMI. Tapi, pada Musyawarah Nasional Golkar 2004, Yahya mengambil peranan dalam menggagalkan ambisi Akbar mempertahankan kursi ketua umum. Ia berpihak ke kubu lawan, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ketua DPR-RI Agung Laksono. Kerja kerasnya mengegolkan Kalla berbuah jabatan baru di Golkar sebagai koordinator bidang agama dan Sekretaris Fraksi Partai Golkar di Dewan Perwakilan Rakyat.
Zaini menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Partai Golkar dan merupakan anggota Komisi II di DPR. Ia juga pernah terlibat dalam Pansus RUU Partai Politik sebagai ketua.
Skandal seks
Yahya menikah dengan Ir. Sharmila dan ayah tiga orang anak. Pada akhir November 2006 beredar video hubungan mesum antara Zaini dengan seorang penyanyi dangdut bernama Maria Eva. Seiring beredarnya video mesum tersebut, karier politik yang dirintisnya dengan penuh perjuangan seperti meredup. Bahkan, karier politiknya cenderung merosot setelah beredarnya rekaman video mesum lewat telepon seluler dan surat elektronik. Bahkan, stasiun televisi swasta sudah menayangkan 42 detik adegan ranjang dirinya dan pasangannya yang direkam pada 2004. Ia menghindari pers sejak pulang dari kunjungan dinas ke Australia pada 1 Desember 2006.
Menurut pengakuan Maria Eva, hubungan tersebut dilakukan tanpa pernikahan dan ia sempat mengandung janin bayi hasil hubungan tersebut, yang kemudian digugurkan.
Setelah menjadi bulan-bulanan pers, ia memutuskan mundur dari jabatan kepartaian. Ia mengundurkan diri sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Bidang Kerohanian. Surat pengunduran diri tertanggal 4 Desember 2006 diterima Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung
Yahya Zaini Mengundurkan Diri
Laporan Wartawan Kompas Suhartono
JAKARTA, KOMPAS- Anggota DPR yang juga pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar M Yahya Zaini, Senin (4/12) sore, mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota DPP Partai Golkar masa bakti 2004-2009. Pengunduran dirinya itu disampaikan melalui surat yang disampaikan kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar Muhammad Jusuf Kalla, yang juga Wakil Presiden RI.
M Yahya Zaini adalah anggota DPR dan pengurus DPP Partai Golkar, yang selama ini marak diberitakan di sejumlah media massa karena tayangan video adegan panasnya dengan salah seorang penyanyi dangdut, Maria Eva. Tayangan tersebut beredar di mana-manan.
Baca artikel selengkapnya di:
Al Amin ‘Pakai’ Perempuan Berbaju Putih Semalam
Jakarta (SIB), Keberadaan perempuan-perempuan di sekeliling Sekda Bintan Azirwan dan anggota DPR Al Amin Nasution saat ditangkap KPK di Hotel Ritz Carlton patut dicurigai. Saat berjanji bertemu di Mistere Pub di hotel itu, Azirwan menawarkan ’satu perempuan’ untuk Al Amin.
Hal itu diungkapkan jaksa penuntut umum Suwarji dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (7/7).
Berikut rekaman pembicaraan Azirwan dan Al Amin Nasution melalui telepon beberapa jam sebelum bertemu di Hotel Ritz Carlton, 8 April 2008:
Al Amin Nasution (AAN): Di mana, bos?
Azirwan (A): Di Ritz Carlton.
AAN: Namanya?
A: Mystere, tempatnya turun lift satu.
AAN: Jam berapa?
A: Jam 10-lah (22.00 WIB). Bos mau dicariin satu gitu. Tapi aku tak janji. Kalau diupayakan nanti, selera bos payah pula.
AAN: Ya, carikanlah.
Mendengar pernyataan Suwarji mengulang percakapan itu, Azirwan langsung menginterupsi. “Mohon izin majelis, saya rasa hal ini tak relevan,” ujar Azirwan.
Majelis hakim yang diketuai Mansyurdin Chaniago mengabulkan keberatan Azirwan. Suwarji kemudian mengakhiri pernyataannya membacakan rekaman itu.
Ternyata, beberapa waktu kemudian, pernyataan terakhir Al Amin Nasution itu berlanjut. Berikut lanjutannya.
AAN: Ya, carikanlah. Yang kira-kira udah lama aku kenal bos ini paham kan kira-kira.
A: Yang kayak tadi malam kan bagus juga yang baju putih itu.
AAN: Tak bagus.
A: Udah dipake ya?
Belum diketahui secara pasti siapa perempuan berbaju putih itu. Yang jelas seorang perempuan ikut ditangkap bersama Al Amin. Dia adalah Efielian Yonata.
Pengacara Al Amin: Itu Bukan Efiel!
Seorang perempuan berbaju putih menjadi ‘bonus’ bagi Al Amin Nur Nasution karena memuluskan rekomendasi untuk Sekda Bintan Azirwan. Benarkah perempuan yang ‘dipakai’ Al Amin itu Efielian Yonata?
“Nggak benar itu. Itu bukan Efiel,” bantah salah satu pengacara Al Amin, Ahmad Yani, dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (7/7).
Sumber di KPK menyebut Al Amin tampak mesra dengan dua wanita yang ikut bersamanya di pub hotel bintang lima itu.(detikcom/d)
Baca artikel selengkapnya di:

Sumber: http://nurmanali.blogspot.com/

0 komentar:

Poskan Komentar