Jumat, 07 Oktober 2011

Menstruasi Bukan Tanda Awal Pubertas Anak Perempuan

Jika anda memiliki akun twitter dan anda sedang membukanya, So Please klik link:


Jika anda sedang membuka akun fb dan ingin mengirim alamat posting ini kedinding anda, silahkan klik jempol dibawah:




img 
Jakarta, Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa datangnya menstruasi pertama pada anak perempuan adalah tanpa awal anak memasuki masa pubertas. Tapi menstruasi bukanlah awal pubertas. Lantas apa?

"Paling sering dikatakan orang bahwa menstruasi adalah awal dari pubertas perempuan. Padahal menstruasi adalah akhir dari tanda pubertas," jelas dr Aditya Suryansyah Semendawai, Sp.A, dalam acara Talkshow Media dan Peluncuran Buku 'Panik Saat Puber? Say No!!!' di Magenta Cafe, Pacific Place, Jakarta, Rabu (6/4/2011).

dr Adit menjelaskan tanda awal pubertas pada anak perempuan adalah perubahan pada payudara.

"Payudara akan terlihat mulai membesar, seperti bukit kecil dengan puting susu (areola) melebar. Kemudian diikuti dengan pertumbuhan rambut pubis, bau badan, jerawat, percepatan tinggi dan berat badan," jelas dr Aditya yang merupakan spesialis anak di RSAB Harapan Kita.

Nah, menstruasi pertama pada anak perempuan secara normal akan terjadi kurang lebih dua tahun setelah awal pembesaran payudara.

"Jadi menstruasi pada anak perempuan itu bukan awal pubertas, tetapi akhir dari masa pubertas," jelas dr Aditya.

dr Adit juga menjelaskan bahwa awal pubertas pada anak perempuan secara umum terjadi pada rentang usia 8 hingga 13 tahun, sedangkan pada anak laki-laki terjadi pada usia 9 hingga 14 tahun.

"Jadi kalau anak payudaranya sudah tumbuh sejak umur 8 tahun, maka menstruasinya sekitar umur 10 tahun," tutur dr Aditya yang mendalami masalah hormon pertumbuhan.

Usia awal datangnya pubertas juga bervariasi pada masing-masing anak.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi, antara lain seperti disebutkan dr Aditya adalah:
  1. Etnis
  2. Keadaan sosial
  3. Psikologis
  4. Nutrisi
  5. Aktivitas
  6. Penyakit kronis

"Beberapa faktor ini juga bisa menyebabkan anak mengalami pubertas dini atau malah pubertas terlambat," kata dr Aditya.
Sumber : health.detik.com Sumber: http://nurmanali.blogspot.com/

0 komentar:

Poskan Komentar