Selasa, 04 Oktober 2011

Kebotakan Khas Pria, Adrogenic Alopecia

Jika anda memiliki akun twitter dan anda sedang membukanya, So Please klik link:


Jika anda sedang membuka akun fb dan ingin mengirim alamat posting ini kedinding anda, silahkan klik jempol dibawah:





Andogenetic Alopecia
Androgenetic Alopecia disebut juga male patern baldness adalah jenis kebotakan paling banyak pada pria. Kebotakan jenis ini sekitar 25% timbul pada usia 30 tahun dan bertambah menjadi dua kali lipatnya pada usia 60 tahunan. Kebotakan ini semakin progresif seiring bertambahnya usia, namun sebenarnya yang memerankan peranan penting adalah faktor genetic. Seeorang yang memiliki gen kebotakan tipe ini akan mempunyai folikel yang sensitif terhadap Dehydroepiandrosteron (DHT) sehingga walaupun kadar DHT normal tetap berperan terhadap timbulnya kebotakan.
Siklus rambut
Siklus pertumbuhan rambut terdiri dari anagen, katagen dan teloen. Anagen adalah fase pertumbuhan yang terjadi kira-kira 2-6 tahun. Katagen adalah fase berhenti tumbuh yang terjadi kira-kira 1-2 minggu dan telogen yang merupakan fase kerontokan rambut. Fase-fase ini terjadi sehingga setiap rata-rata 3-4 tahun rambut baru muncul. Asalkan folikel dan penggantinya tetap terjaga maka jumlah rambut akan relatif tetap. Jumlah rambut kepala manusia rata-rata 100.000 helai. Kerontokan rambut normal terjadi tiap hari dengan jumlah kurang dari 100 helai (0,1%), kalau lebih dari itu barulah perlu diwaspadai.



Peran DHT
Pada Androgenetic Alopecia, patogenesis terkait dengan efek DHT terhadap folikel rambut. Hormon pria, testosteron akan diubah menjadi DHT di tempat-tempat tertentu termasuk di sekitar folikel rambut kepala oleh enzim alfa reduktase. Sayangnya DHT mempunyai efek negatif terhadap folikel rambut yaitu pengecilan folikel, penipisan helai rambut sampai akhirnya kerontokan rambut. Folikel akan menghilang dan tidak mungkin tumbuh lagi. Jadi siklus rambut akan terhenti, rambut yang terlanjur rontok tidak digantikan rambut sebelumnya.
Peranan Genetik
Genetik adalah sifat yang diturunkan dari orangtua ke anaknya, dan sifat tersebut bisa muncul setelah usia tertentu. Salah satu contohnya adalah Androgen Reseptor Gen (AR) di kromoson X. Sekarang telah terdapat alat deteksi gen ini untuk memprediksi kemungkinan kebotakan pada pria. Apabila seorang pria mempunyai gen ini maka 70% kemungkinan akan mengalami androgenetic alopecia. Sebaliknya bila negatif, maka 70% kemungkinan tidak akan mengalami kebotakan jenis ini.

Pengobatan
Penatalaksanaan untuk androgenetic alopecia terutama dengan minodixil atau finasterid yang berfungsi sebagai inhibitor alfareduktase. Karena DHT minimal di folikel maka efek DHT terhadap kebotakan bisa dihambat. Folikel tidak jadi mengecil dan helai rambut menjadi terselamatkan.
Ayah yang botak anaknya juga botak?Mungkin, tapi belum tentu juga. Genetikn kedua orangtua memang berkontribusi, namun gen dari ibulah yang lebih berperan. Jadi kalau punya ayah botak dan kakek dari ibu juga botak, ya sepertinya meningkat kemungkinan botaknya :D


Ref:
http://www.healthtree.com/articles/testosterone/related-diseases/baldness/
http://www.hairdx.be/
Sumber: http://nurmanali.blogspot.com/

0 komentar:

Poskan Komentar