Jumat, 07 Oktober 2011

Cuci Perut Tak Boleh Keseringan Karena Bisa Iritasi Usus

Jika anda memiliki akun twitter dan anda sedang membukanya, So Please klik link:


Jika anda sedang membuka akun fb dan ingin mengirim alamat posting ini kedinding anda, silahkan klik jempol dibawah:



Jakarta, Beberapa klinik atau pusat kecantikan kadang menyediakan fasilitas cuci perut atau dikenal dengan istilah colon hydrotherapy. Tapi sebaiknya jangan sering-sering dilakukan karena bisa memicu iritasi di usus.

"Jika terlalu sering bisa menghilangkan lapisan pelindung di usus yang berupa mucus," ujar Dr Aru W Sudoyo, MD, PhD, FACP disela-sela acara Patient Gathering Sanofi Aventis 'Kanker Usus Besar Bisa Dicegah' di Hotel Sahid Jaya, Sabtu (14/5/2011).

Dr Aru menjelaskan jika lapisan pelindung tersebut hilang maka akan membuat usus lebih mudah terekspose (terpapar) oleh makanan yang masuk ke dalam tubuh, sehingga membuatnya rentan teriritasi.

"Kalau orang tersebut makan banyak lemak, maka akan memicu terbentuknya asam empedu yang lebih banyak untuk mengcounter lemak tersebut. Asam empedu ini yang nantinya bisa mengiritasi usus," ujar dokter dari Divisi hematologi medical onkologi departemen penyakit dalam RSCM.

Dalam proses cuci perut biasanya dilakukan dengan cara memasukkan cairan ke dalam usus melalui anus lalu dipijat, kemudian air tersebut akan dikeluarkan kembali yang bersamaan dengan keluarnya kotoran atau feses di dalam usus.

Teknik ini diyakini bisa membersihkan kotoran atau segala sesuatu yang dapat menghambat kerja usus dan dapat menyebabkan gangguan frekuensi buang air besar, perut kembung atau bentuk feses yang tidak normal.

Umumnya orang yang melakukan cuci perut ini akan merasa lebih enak, lebih lega dan perut terasa lebih plong. Tapi masyarakat sebaiknya juga memperhatikan efek samping yang mungkin ditimbulkan dari proses ini.

Dr Aru menyarankan jika ingin melakukan detoks atau mengeluarkan racun dari dalam tubuh lebih baik masyarakat melakukannya secara alami, seperti mengonsumsi buah-buahan serta sayuran.

Sumber : detik.healt.com
Sumber: http://nurmanali.blogspot.com/

0 komentar:

Poskan Komentar