Senin, 10 Oktober 2011

Tips diet agar tidak merasa lapar + mengendalikan rasa lapar dan membantu mengurangi konsumsi kalori

Jika anda memiliki akun twitter dan anda sedang membukanya, So Please klik link:


Jika anda sedang membuka akun fb dan ingin mengirim alamat posting ini kedinding anda, silahkan klik jempol dibawah:




TEMPO Interaktif, Tantangan terbesar bagi mereka yang sedang mengurangi berat badan adalah menahan rasa lapar, karena porsi makan pasti dikurangi. Kudapan sehat berupa buah-buahan kadang tidak membantu karena rasa lapar cepat datang kembali.foto

TEMPO/Zulkarnai





Ahli Nutrisi Melina Jampolis mengatakan rasa lapar adalah hal yang sangat umum dirasakan oleh mereka yang sedang diet. "Tubuh kita memiliki sistem yang sangat baik untuk menjaga sel pembentukan dan pengisian sel lemak, jadi lapar dan berat badan naik, itu biasa," katanya, seperti yang dikutip dari artikel kesehatan yang dipublikasikan laman CNN. 

Namun ilmu pengetahuan telah menjawab bagaimana mengendalikan rasa lapar dan membantu mengurangi konsumsi kalori tanpa harus mengurangi porsi makan. Rasa kenyang berawal dari kegiatan mengunyah, sehingga kalori yang berbentuk padat cenderung lebih mengenyangkan dari pada kalori yang cair. 

Sebagai contoh, buah apel lebih mengenyangkan ketimbang jus apel. Sebab, makanan padat perlu dikunyah, dimana proses penyerapan dimulai dan enzim yang berfungsi menyerap mulai memicu rasa kenyang. Proses itu memperlambat penggunaan kalori karena dibutuhkan waktu untuk mengunyah apel dari pada menenggak jus apel. 

Jadi perlu dipastikan kalori yang dikonsumsi berasal dari makanan padat, dan kurangi minuman manis dan alkohol, juga jus, kopi, dan minuman mengandung susu.

Kalori dari makanan cair memang tidak mengenyangkan, tetapi makanan yang banyak mengandung air seperti buah dan sayuran, serta susu rendah lemak dapat membantu menambah kalori dalam tubuh tanpa harus mengurangi porsinya. Makanan itu dapat membantu proses pengenceran kalori. 

Selain itu, serat yang mudah larut dengan air juga membantu menimbulkan rasa kenyang. Sebab serat membentuk jel dengan bantuan air ketika berada di dalam perut. Pembentukan jel itu memperlambat pengosongan perut, serta memperlambat penyerapan gula dalam darah, maupun mencegah rasa lapar datang dengan cepat. Serat yang baik adalah gandum, buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian. 

Kemudian, kalori juga komponen penting untuk menimbulkan rasa kenyang tetapi tidak membuat gemuk. Protein memicu pelepasan hormon kenyang dan membantu gula darah tetap stabil, sehingga dapat mengontro rasa lapar. Sumber protein yang baik adalah produk unggas tanpa kulit, ikan, daging tanpa lemak, produk susu rendah lemak, putih telur.
Sumber: http://nurmanali.blogspot.com/

0 komentar:

Poskan Komentar