Jumat, 07 Oktober 2011

Korban Tuli Karena Viagra Terus Bertambah

Jika anda memiliki akun twitter dan anda sedang membukanya, So Please klik link:


Jika anda sedang membuka akun fb dan ingin mengirim alamat posting ini kedinding anda, silahkan klik jempol dibawah:



img 
Jakarta, Viagra sudah lama dipercaya sebagai obat impotensi dan meningkatkan gairah pria. Tapi bila diminum secara sembarangan, Viagra dapat menyebabkan kehilangan pendengaran alias tuli. Korban tuli karena viagra terus bertambah.

Viagra dan obat impotensi yang serupa telah dikaitkan dengan ratusan kasus kehilangan pendengaran mendadak di seluruh dunia.

Para peneliti dari Charing Cross, Stoke Mandeville dan Royal Marsden Hospital, mengatakan pada pengawas obat di Eropa, Amerika, Asia Timur dan Australasia jika mereka telah menerima laporan tentang 'Viagra deafness’, yaitu gangguan pendengaran yang terjadi tidak lama setelah minum pil impotensi.

Peneliti menemukan 47 dugaan kasus gangguan pendengaran sensorineural (kehilangan pendengaran yang cepat pada satu atau kedua telinga) yang terkait dengan Viagra dan obat-obat impotensi lainnya seperti Cialis dan Levitra, seperti dilansir Dailymail, Jumat (20/5/2011).

223 laporan lainnya yang dibuat di AS dikeluarkan dari penelitian karena kurang detailnya informasi.

Menurut peneliti, rata-rata usia pria yang mengalami tuli setelah minum Viagra adalah 57 tahun, walaupun dua orang diantaranya ada yang berusia 37 tahun, berdasarkan laporan jurnal The Laryngoscope.

Tidak jelas berapa lama masalah kehilangan pendengaran tersebut berlangsung, tetapi jenis gangguan pendengaran ini lebih sering terjadi karena infeksi dan paparan suara keran, yang biasanya dapat menyebabkan kerusakan permanen hingga pada sepertiga kasus.

Food & Drug Administration (FDA) AS menyarankan pengguna Viagra, Cialis atau Levitra yang mengalami kehilangan pendengaran atau pendengaran tiba-tiba memburuk, agar segera menghentikan penggunaan obat tersebut dan mencari pertolongan medis.

Para peneliti Inggris tidak yakin bagaimana Viagra dapat mempengaruhi pendengaran, tapi mungkin terjadi karena rantai reaksi kimia yang telah memicu efek 'ketukan' di telinga bagian dalam.

"Dokter yang terlibat dalam pemberian resep obat ini perlu waspada dengan efek samping yang potensial ini," jelas Dr Afroze Shah Khan, dokter THT dari Charing Cross Hospital.
Sumber : health.detik.com Sumber: http://nurmanali.blogspot.com/

0 komentar:

Poskan Komentar