Jumat, 07 Oktober 2011

Jenis-Jenis Cairan Lublikasi

Jika anda memiliki akun twitter dan anda sedang membukanya, So Please klik link:


Jika anda sedang membuka akun fb dan ingin mengirim alamat posting ini kedinding anda, silahkan klik jempol dibawah:




Seks Makin Nikmat bila Dibantu dengan Cairan Lubrikasi, cairan pelumas digunakan untuk membantu Anda mengurangi rasa nyeri saat berhubungan seksual. Keuntungan lain dari penggunaan lubricant adalah meningkatkan kenikmatan dalam bercinta.
Namun sebaiknya Anda mengenali jenis-jenis cairan lubrikasi, agar dapat menemukan cairan dengan bahan dasar paling sesuai untuk diri Anda.
Berikut Hal-Hal yang Perlu Anda Perhatikan Ketika Memilih Cairan Lublikas/Pelumas:
1. Pelumas dengan efek hangat Anda mungkin pernah mendengar lubricant yang menjanjikan sensasi hangat saat berhubungan. Ternyata hal ini memang benar. Pelumas jenis ini bisa memberikan sensasi selama berhubungan, terutama jika digunakan di luar kondom. Namun hati-hati, jangan menggunakan terlalu banyak. Cukup satu tetes sebesar uang logam. Sebab organ intim perempuan lebih sensitif dari pria. Rasa hangat bisa berubah menjadi panas jika cairan terlalu banyak.
2. Berbahan dasar air Kebanyakan cairan lubrikasi yang dijual di pasaran berbahan dasar air. Jenis ini paling aman untuk mereka yang memiliki organ intim yang amat sensitif. Namun berbahan dasar air, bukan berarti bebas dari iritasi. Karena itu baca dulu label kemasan sebelum membeli.  Jika Anda sensitif terhadap bahan-bahan tertentu, Anda harus menghindari bahan-bahan yang mengandung propylene glycol atau chlorhexidineyang sering menyebabkan iritasi pada perempuan. 3. Pelumas berbahan dasar minyakPelumas dengan bahan dasar minyak boleh dibilang cukup baik, karena tidak terlalu basah atau lengket. Kebanyakan dokter merekomendasikan cairan pelumas jenis ini. Kekurangannya, pelumas jenis ini bisa merobek kondom dari bahan lateks. Untuk mencegah kondom robek, gunakan kondom dari bahan polyurethane. Selain itu ada pula yang mengatakan bahwa pelumas jenis ini cocok untuk pria, namun tidak untuk wanita. 4. Pelumas dengan aroma Pelumas dengan aroma tertentu biasanya digunakan saat pasangan ingin melakukan seks oral, namun pihak perempuan merasa enggan. Ada berbagai macam aroma yang ditawarkan, umumnya buah-buahan. Cari tahu apakah pelumas jenis ini mengandung gula atau tidak. Mereka yang punya kecenderungan diabetes ternyata tidak dapat menggunakan pelumas jenis ini. 5. Berbahan dasar silikonCara terbaik untuk menggunakan pelumas berbasis silikon adalah di dalam air, atau di kamar mandi. Silikon akan menjadi lembap dan tidak mudah rusak meskipun digunakan dalam air. Pelumas jenis ini cocok untuk pijat. 6. Dari bahan natural Pelumas dari bahan organik, natural, atau ramah lingkungan yang dijual di toko obat atau apotik memang masih jarang. Namun pelumas jenis ini tidak memiliki banyak tambahan zat kimia atau zat adiktif yang bisa membuat kita alergi. 7. Pelumas buatan sendiri Pernah mendengar pelumas yang dibuat dari putih telur atau minyak kacang? Apakah ini cara yang aman? Hati-hati menggunakan cara yang mungkin bisa melukai atau membuat organ intim jadi iritasi. Memang belum ada penelitian khusus mengenai pelumas dari putih telur atau minyak kacang. Berhati-hatilah agar tidak terserang infeksi.
Sumber : health.detik.com Sumber: http://nurmanali.blogspot.com/

0 komentar:

Poskan Komentar