Minggu, 02 Oktober 2011

Dua Sijoli Bermukena

Jika anda memiliki akun twitter dan anda sedang membukanya, So Please klik link:


Jika anda sedang membuka akun fb dan ingin mengirim alamat posting ini kedinding anda, silahkan klik jempol dibawah:




Bermukena, Dua Sijoli Diamankan Pol PP
Padang Ekspres  Berita Peristiwa  Senin, 15/08/2011 - 16:31 WIB  RPG  693 klik
Sepasang pemuda tanggung yang masih mengecap dunia pendidikan, harus berurusan dengan petugas intel dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Padangpanjang, di kawasan Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM), Minggu (14/8) sekitar pukul 22.00 WIB kemarin.

Kasi Penyidik dan Penindakan, Suryati mengatakan, kedua sijoli yang sedang dimabuk asmara itu, saat ini masih berstatus pelajar Kelas X di dua sekolah yang berbeda. Masing-masing "DRS", siswi pada MAN 3 Padangpanjang dan "SF" merupakan siswa SMK 2 Padangpanjang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, "DRS" mengaku dijemput sang arjuna disaat usai melaksanakan ibadah shalat Isya di Masjid Nurul Amri Silaiang Bawah. Sang pacar yang katanya merupakan anak salah seorang pegawai di Balaikota itu, langsung mengarahkan motor menuju Mifan.

"Petugas intel kita yang memang ditugaskan untuk mengawasi kawasan-kawasan rawan tindak asusila, berhasil mengamankan mereka di belakang Kantor Dinas Porbudpar. Si perempuang saat digiring ke kantor Pol PP masih mengenakan mukena karena usai dari masjid," ujar Suryati kepada Padang Ekspres.

Paling tidak, kedua insan berlainan jenis yang tidak terikat taIi pernikahan itu menjalani pemeriksaan tim penyidik selama lebih kurang satu jam. Sekitar pukul 23.00 WIB, keduanya dipersilakan pulang ke rumah masing-masing.

"Mereka kita minta kembali untuk melapor ke Pol PP  besok Selasa (16/8)  bersama orang tua  masing-masing. Tapi sebelumnya kita sudah meminta mereka untuk mengisi menandatangani surat pernyataan," tuturnya.

Khusus untuk "SF", Suryati menjelaskan bahwa orangtuanya mengaku kewalahan melakukan pembinaan. Untuk itu, "S" diserahkan orangtuanya kepada Satpol PP untuk diberikan pembinaan.

"Karena itu motornya hingga saat ini masih kita tahan di Kantor Pol PP. Sebab, orangtuanya sudah kewalahan melihat perangai anaknya dan meminta kita membantu untuk memberikan binaan. Tapi tentunya kita akan meminta surat perjanjian dari orangtua untuk pembinaan bersangkutan," pungkasnya. (wr)
Sumber: http://nurmanali.blogspot.com/

0 komentar:

Poskan Komentar