Sabtu, 08 Oktober 2011

Biografi Julius Caesar

Jika anda memiliki akun twitter dan anda sedang membukanya, So Please klik link:


Jika anda sedang membuka akun fb dan ingin mengirim alamat posting ini kedinding anda, silahkan klik jempol dibawah:






Julius Caesar adalah seorang tokoh dunia, jenderal perang sekaligus politikus Romawi yang berperan dalam transformasi Romawi menjadi kekaisaran. Ia dianggap sebagai pemimpin Romawi terbesar sepanjang sejarah. Penaklukannya ke Gallia memperluas kekuasaan Romawi hingga Samudera Atlantik. Caesar memenangkan perang sipil di Republik Romawi dan memulai reformasi di Masyarakat dan pemerintah Romawi. Dia memproklamasikan sebagai pemimpin seumur hidup dan menjadi diktaktor dengan pemerintahan terpusat. Di abad kedua sebelum Masehi, Romawi sudah menjadi kekaisaran yang besar. Namun Senat Romawi, terbukti tak mampu mengatur negara dengan baik. Korupsi merajalela dan seluruh daerah di wilayah Laut Tengah menderita akibat ketidakbecusan pemerintah. Sejak tahun 133 SM, sudah terjadi kekacauan politik cukup lama. Politisi dan para jendral saling berebut kekuasaan. Dalam kondisi tersebut Julius Caesar tampil sebagai diktaktor yang menghapus system republik yang dianggapnya tak membawa manfaat.

Menjelang akhir kehidupan Marius 'di 86 SM, perselisihan politik mencapai titik puncaknya. Beberapa perselisihan dari faksi Marius terhadap Lucius Cornelius Sulla menyebabkan perang saudara dan akhirnya memunculkan kediktatoran Sulla. Caesar berada di pihak Marius karena hubungan keluarga. Bukan saja karena ia keponakan Marius, dia juga menikah dengan Cornelia Cinnilla, putri bungsu Lucius Cornelius.

Keadaan menjadi lebih buruk pada tahun 85 SM, Ketika ayahnya sakit dan akhirnya meninggal. Marius dan ayah Caesar meninggalkan harta dan kekayaan melimpah bagi Caesar. Sulla kemudian muncul sebagai pemenang dalam perang saudara. Namun Sulla mengampuni Caesar dan keluarganya diperbolehkan tinggal di Roma.

Pada 80 SM, Caesar mendapat tugas militer dalam penaklukan Miletus. ia memainkan peran penting dalam pengepungan Miletus. Selama pertempuran, Caesar menunjukkan keberanian luar biasa. Ia kemudian dianugerahi civica korona, sebuah penghargaan tertinggi yang diberikan kepada seorang yang bukan pimpinan militer. Penghargaan diberikan di depan umum, bahkan di hadapan Senat Roma. Semua dipaksa untuk berdiri dan bertepuk tangan menyambut kehadirannya.

Julius Caesar sudah menceburkan diri ke dunia politik sejak usia musa. Berbagai kedudukan penting pernah dipegangnya, karier politiknya begitu cemerlang, Pada tahun 58 SM ketika usianya menginjak 42 tahun ia ditunjuk sebagai gubernur yang menguasai tiga propinsi Cisalpine Gaul (bagian utara Itali); Illyricum (daerah pantai Yugoslavia kini); dan Narbanese Gaul (pantai Perancis sekarang). Dia memiliki angkatan perang dengan kekuatan 20.000 tentara yang digunakan untuk menaklukan wilayah Prancis dan Belgia, swiss, Jerman, dan Belanda. Dengan kecerdasan dan keahlian militernya, ia mampu mengalahkan orang-orang Gallik dan memperluas kekuasaan Romawi hingga lembah Sungai Rhine (Jerman). Penaklukan Gaul oleh Caesar memperluas wilayah Roma di Laut Utara, Dan pada 55 SM ia melakukan invansi yang pertama ke Inggris.
Penaklukan Gaul membuat Caesar tampil sebagai pahlawan bagi Roma. Dan di mata lawan-lawan politiknya malahan terlampau populer dan terlampau kuat. Mengingat kuatnya posisi Caesar maka komando militernya kemudian di akhiri. Dia diperintahkan oleh Senat Romawi kembali ke Roma dan menjadi warga biasa. Perintah ini di anggap Caesar sebagai upaya senat dan lawan politiknya memperlemah posisinnya. Akhirnya Caesar memutuskan mengadakan perlawanan terhadap senat hingga pecahlah perang saudara yang berlangsung selama 4 tahun. Perang ini kemudian dimenangkan Caesar.

Julius Caesar kemudian kembali ke Roma bulan Oktober tahun 45 SM dan memproklamasikan diri menjadi diktator seumur hidup. Meskipun dia sudah jadi diktator militer, musuh dalam selimut senantiasa mengintai dan tetap berupaya menggulingkan Caesar dengan segala cara. Caesar meninggal dunia pada 15 Maret 44 SM akibat ditusuk hingga mati oleh Marcus Junius Brutus dan beberapa senator Romawi. Aksi pembunuhan terhadapnya pada Tanggal 15 Maret 44 SM, menjadi pemicu perang saudara kedua yang menjadi akhir Republik Romawi dan awal Kekaisaran Romawi di bawah kekuasaan cucu lelaki dan putra angkatnya, Kaisar Augustus. 
 
Di Akhir hidupnya, Caesar melakukan program pembaharuan.  Diantaranya:
  1. Menempatkan pensiunan tentara serta masyarakat miskin dalam suatu masyarakat baru di seluruh kekaisaran.
  2. Memperluas kewarganegaraan Romawi dengan memberi kesempatan semua golongan memasukinya.
  3. Meletakkan dasar administrasi pemerintahan.
  4. Melakukan pembangunan fisik dan perbaikan perangkat hukum Romawi. Menyusun sistem konstitusi untuk pemerintah Romawi namun tidak berhasil.
Referensi:
wikipedia.org,
shortbiographies.com,
http://luk.staff.ugm.ac.id
Sumber: http://nurmanali.blogspot.com/

0 komentar:

Poskan Komentar