Sabtu, 08 Oktober 2011

Biografi Jenghis Khan

Jika anda memiliki akun twitter dan anda sedang membukanya, So Please klik link:


Jika anda sedang membuka akun fb dan ingin mengirim alamat posting ini kedinding anda, silahkan klik jempol dibawah:






Jenghis Khan secara luas dianggap sebagai salah satu pemimpin militer paling brilian dalam sejarah dunia yang juga terkenal dengan sifat non kompromistis terhadap perlawanan pasukan musuh. Di Mongolia modern, ia dianggap sebagai pahlawan nasional yang tercatat dalam sejarah menyatukan suku-suku Mongol dengan memberi mereka identitas bersama.

Jenghis Khan dilahirkan dengan nama Temujin sekitar tahun 1162 dan 1167, putra sulung Yesugei, ketua suku Kiyan. Temujin lahir di daerah pegunungan Burhan Haldun, dekat dengan sungai Onon dan Herlen. Ibunya berasal dari suku Olkhunut. Kehidupan mereka berpindah-pindah seperti kebanyakan penduduk asia Tengah saat itu (nomaden). Ketika berumur 9 tahun, Temujin di jodohkan kepada Borte dari suku Onggirat. Ayah Temujin meninggal karena diracuni suku Tartar tepat pada saat ia pulang setelah mengantar Temujin ke suku Onggirat.

Temujin pun dipanggil pulang untuk menemui ayahnya. Yesugei berpesan untuk membalaskan dendam dan menghancurkan suku Tartar. Kehidupan Temujin makin sulit setelah hak kekuasaannya sebagai penerus kepala suku direbut orang lain karena dianggap belum cukup umur. Temujin dan keluarganya diusir dari sukunya karena ia ditakuti akan merebut kembali hak kekuasaannya atas suku Borjigin. Hidup Temujin dan keluarganya sangat menderita. Dengan perbekalan makanan yang sangat terbatas, Ia dan adik-adiknya hidup dengan cara berburu. Pada saat ia menginjak remaja, kepala suku Borjigin mengirimkan pasukan untuk membunuh Temujin. Temujin berhasil tertangkap dan ditawan oleh musuhnya, namun ia berhasil kabur dari tahanan dan dengan pertolongan dari orang-orang yang masih setia kepada Yesugei. Pada saat menginjak dewasa, Temujin berjuang dan mengumpulkan kekuatannya sendiri.

Bersama-sama dengan saudara angkatnya, Temujin berhasil merebut kembali hak kekuasaannya atas sukunya dan juga perserikatan Mongolia yang didirikan ayahnya dahulu. Lama kelamaan kekuasaan Temujin menjadi semakin besar. Pada abad ke-12 Temujin (Jenghis khan) mempersatukan suku-suku Mongol dan mendirikan Kekaisaran Mongol sebagai salah satu kekaisaran terbesar dalam Sejarah kerajaan-kerajaan di dunia. Jenghis khan cerdik dalam penggunaan intelijen, daya tahan tentaranya sangat tinggi di dukung taktik jitu, dengan cepat ia menaklukkan wilaya-wilayah di Asia Tengah. Setelah mempersatukan suku Mongol, dia menaklukkan wilayah Naiman, Merkit, Tatar, dan Kerait dan bahkan Cina utara dan Kekaisaran Khwarezmid di Asia Tengah. Gaya penaklukannya menyebabkan kekhawatiran beberapa wilayah yang akan menjadi sasaran berikutnya karena ia tak segan membantai seluruh penduduk kota higga menyebabkan jutaan orang tewas dalam jangka panjang, menghasilkan depopulasi skala besar di daerah yang ia taklukkan.

Kekaisaran Mongolia di bawah Jenghis Khan sangat toleran terhadap daerah-daerah pemenaklukkan, asalkan mereka tidak melakukan pemberontakan. Jeng His Khan memberikan ruang kepada masyarakat di daerajh jajahannya beribadah menurut agama mereka sendiri. Dia menerapkan meritokrasi di antara bangsa Mongol. Kekaisaran Mongolia juga tidak menutup jalur perdagangan luar negeri sepanjang Jalur Sutera, meskipun penaklukan Mongol ini menyebabkan jatuhnya kota-kota perdagangan kuno dari Asia.

Bangsa Mongol di bawah Jenghis Khan menguasai sebagian besar Eurasia, termasuk Asia Tengah, Asia Utara, Asia Timur, Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa Timur dan Eropa Tengah. Kekuasaannya membentang dari Vietnam hingga Polandia dan Hongaria. Penerus Jenghis Khan terus memperluas Kekaisaran Mongol ia ia dirikan. Keturunan Jenghis Khan (Kubilai Khan), memerintah Mongol hingga abad ke-17.

Jenghis khan meninggal dalam perjalanan invansi ke kerajaan Abbasiyah. Kondisi fisiknya saat itu sudah renta. Ia terjatuh dari kuda sehingga nyawanya tidak tertolong. Kematiannya kemudian dirahasiakan oleh panglima-panglima setianya sampai musuh berhasil ditaklukan. Makam Jenghis Khan juga dirahasiakan agar tidak dirusak oleh orang lain. Kekuasaan Mongol diwariskan kepada putra ketiganya, Ogodai Khan. 
Kekaisaran Mongolia mencapai puncak kejayaan semasa Ogodai Khan dan Kubulai khan. Yang membentang dari Asia Tenggara ke Eropa, meliputi 35 juta kilometer persegi (13,8 juta mil persegi), Menurut beberapa sumber, kekaisaran Mongolia mencakup hampir 50% dari populasi dunia, termasuk negara yang paling maju dan terpadat waktu itu.
Referensi: Short Biographies, wikipedia
Sumber: http://nurmanali.blogspot.com/

0 komentar:

Poskan Komentar