Sabtu, 08 Oktober 2011

Biografi Cyrus,Pendiri Kerajaan Persia

Jika anda memiliki akun twitter dan anda sedang membukanya, So Please klik link:


Jika anda sedang membuka akun fb dan ingin mengirim alamat posting ini kedinding anda, silahkan klik jempol dibawah:






Biografi Cyrus Yang Agung. Cyrus adalah salah satu tokoh dunia pendiri Imperium Persia (Sekarang Iran) yang menyatukan tiga kerajaan besar (Medes, Lydian dan Babilonia) serta menguasai hampir seluruh wilayah timur tengah. Kekuasaannya membentang mulai dari India hingga ke Laut Tengah. Lahir sekitar 590 SM di daerah Persis (Iran Barat Daya) berasal dari keturunan birokrat bawahan Raja Medes.

Setelah menjadi penguasa Medes, Cyrus melanjutkan tata pemerintahan dan hukum-hukum yang telah berlaku sebelumnya. Awal imperiumnya di mulai ketika menaklukkan Kerajaan Lydian di Asia Kecil, yang dikuasai Raja Croesus tahun 546 SM. Cyrus kemudian menjebloskan Croesus ke dalam penjara. Setelah berhasil menguasai Kerajaan Lydian, Cyrus kemudian mengalihkan imperiumnya ke wilayah timur Iran dan dimasukkannya ke dalam wilayah kekuasaan kerajaannya. Pada tahun 540 SM, Kekaisaran Persia membentang ke timur sejauh Sungai Indus dan Jaxartes (kini Syr Darya di Asia Tengah). Selanjutnya ia terobsesi menguasai Babylonia, sebuah kekaisaran besar yang makmur, strategis dan terletak di wilayahyang sangat subur. Kekaisaran Babylon yang meliputi wilayah Suriah dan Palestina, dengan mudah dimasukkan ke wilayah kekuasaan Cyrus. 

Daerah kekuasaan Cyrus yang Agung
Dalam bidang pemerintahan, Cyrus adalah seorang pemimpin yang terkenal amat toleran terhadap agama-agama setempat dan juga adat-istiadat mereka. Ia juga menghindari sikap kejam dan ganas seperti lazimnya para penakluk. Sebelumnya orang-orang Babylon dan Assyria telah membunuh ribuan orang dan mengusir semua penduduk yang dikhawatirkan akan memberontak. Tetapi setelah Cyrus menaklukkan Babylon, dia memberi ijin orang-orang Yahudi kembali ke kampung halamannya. Bangsa Yunani menganggap Cyrus seorang penguasa yang betul-betul mengagumkan, padahal sebelumnya mereka menganggap bangsa Persia adalah ancaman terbesar bagi kemerdekaannya.

Setelah menguasai Babylon, Cyrus kemudian melakukan konsolidasi kekuasannya yang telah begitu luas. Setelah itu, dia memperluas ekspansinya ke daerah Massagetae (wilayah suku nomad yang hidup di Asia Tengah sebelah timur laut Kaspia). Bangsa Persia di bawah pimpinan Cyrus mendapat kemenangan pada pertempuran pertama. Tetapi pada pertempuran kedua, tahun 529 SM, pasukan Persia berhasil dikalahkan dan Cyrus ikut terbunuh. Cyrus kemudian digantikan puteranya Cambyses II yang akhirnya berhasil mengalahkan Massagate dalam pertempuran sengit. Cambyses II kemudian menguburkan ayahnya di Pasargadae, ibukota Persia kuno. Setelah menguasai Massagate, Cambyses kemudian memperluas wilayahnya hingga ke Mesir sehingga seluruh wilayah timur tengah lama dapat disatukan dalam satu kekaisaran.

Sikap bijaksana Cyrus dalam menjalankan pemerintahannya, menyebabkan Kekaisaran Persia terus meneruskan perluasan daerah kekuasaannya walaupun ia sudah meninggal. Kekaisaran Persia berlangsung selama kira-kira 200 tahun, sampai ditaklukkan oleh Alexander Agung. Hampir sepanjang dua abad, daerah yang dikuasai Persia menikmati perdamaian dan kemakmuran.

Penaklukan oleh Alexander bukan berarti Kekaisaran Persia telah runtuh. Setelah Alexander meninggal dunia, salah seorang jendralnya, Seleucus I Nicator, berhasil menguasai Suriah, Mesopotamia, dan Iran, dan mendirikan Kekaisaran Seleucid. Namun, di pertengahan abad ke-3 SM pecah pemberontakan melawan kekuasaan Seleucid, di bawah pimpinan Arsaves I yang menganggap diri keturunan Achaemenid (dinasti Cyrus). Sebuah kerajaan didirikan oleh Arsaces dikenal dengan nama Kekaisaran Parthian akhirnya menguasai Iran dan Mesopotamia. Tahun 224 sesudah Masehi penguasa Arsacid digantikan dinasti Persia, Sassanid, yang juga mengaku keturunan dari Archaeminid, dan yang kekaisarannya berlangsung lebih dari empat abad. Bahkan kini Cyrus dihormati di Iran sebagai pendiri negara Persia.

Kekaisaran Persia, memang tidak punya pengaruh besar dalam sejarah seperti Kekaisaran Romawi. Inggris, atau Cina. Namun Cyrus tetap diperhitungkan dalam sejarah sebab dia sudah menorehkan sesuatu yang tak akan terjadi tanpa kehadirannya. Di tahun 620 SM (segenerasi generasi sebelum Cyrus) tak seorangpun menduga dalam tempo seabad seluruh dunia lama akan berada di bawah kekuasaan suatu suku yang sama sekali tidak terkenal yang berasal dari barat daya Iran. Bahkan tak ada tanda-tanda Kekaisaran Persia akan menjadi salah satu kekaisaran penting dalam sejarah karena keadaan sosial dan ekonominya.
http://luk.staff.ugm.ac.id
Sumber: http://nurmanali.blogspot.com/

0 komentar:

Poskan Komentar