Kamis, 01 Desember 2011

Wanita seks dan Orgasme

Jika anda memiliki akun twitter dan anda sedang membukanya, So Please klik link:


Jika anda sedang membuka akun fb dan ingin mengirim alamat posting ini kedinding anda, silahkan klik jempol dibawah:




Orgasme
Orgasme
Wanita dengan ‘ketidakmpuan’ masih memiliki keinginan dan hasrat seksual yang sama seperti wanita lain normal lainnya. Jangan pernah memandang wanita ‘tanpa kemampuan’ sebagai wanita tanpa keinginan seksual.
‘Ketidakmampuan’ mereka tak memiliki pengaruh yang besar pada kemampuan wanita untuk menikmati seks. Berikut ada beberapa hal yang menghambat wanita sulit mengalami orgasme.
Sclerosis Ganda
Wanita dengan Sclerosis Ganda mungkin memiliki kesulitan dalam mencapai orgasme. Hal ini mungkin merupakan bagian dari organ genital yang mati rasa, stimulasi pada organ kelamin mungkin terasa tak menyenangkan bahkan kadang menyakitkan, sehingga hubungan seks lewat vagina manjadi hal yang terasa sangat menyakitkan.
Efek dari Sclerosis Ganda pada respon seksual wanita dapat berubah seiring dengan waktu, yang membuatnya tak mampu selama beberapa bulan kemudian mulai dapat merasakannya setelah beberapa minggu kemudian.
Diabetes
Sekitar sepertiga dari wanita yang menderita diabetes akan mengalami kesulitan untuk mencapai orgasme sebagai akibat kerusakan syaraf 4 sampai 6 tahun setelah menjalani diagnosa. Sayangnya kerusakan syaraf tersebut bersifat permanen.
Attention Deficit Disorder (ADD)
Seorang yang sulit mengalami orgasme setelah mengalami dan menjalani perawatan penyakit Attention Deficit Disorder (ADD). Attention Deficit Disorder and Hyperactivity (ADHD) merupakan penyakit sindrom syaraf yang biasanya bersifat genetik dengan ciri-ciri kekacauan pikiran, sifat kehilangan dorongan hati, resah atau kegelisahan yang menganggu fungsi dan aktivitas sehari-hari.
Gangguan ini akan menganggu kemampuan wanita untuk mendapatkan orgasme karena pikiran mereka bekerja terlalu cepat, tak dapat fokus pada stimulasi seksual maupun berfantasi seksual cukup lama. Pikiran mereka bekerja dengan kecepatan 100 mph sementara tubuh mereka bekerja dengan kecepatan 20 mph.
Sumber: http://nurmanali.blogspot.com/

2 komentar: