Kamis, 01 Desember 2011

Ngorok Buat Seks Tidak Asyik

Jika anda memiliki akun twitter dan anda sedang membukanya, So Please klik link:


Jika anda sedang membuka akun fb dan ingin mengirim alamat posting ini kedinding anda, silahkan klik jempol dibawah:




Ngorok Buat Seks Tidak Asyik
Ngorok Buat Seks Tidak Asyik
Mendengkur pasti bikin sebel! Suara berisiknya membuat kita tak bisa tidur nyaman bahkan penyakit ‘ngorok’ ini bisa memicu penyebab perceraian. Sebuah survey yang dilakukan di Inggris menyebutkan pria yang tidur mendengkur cenderung jarang sekali melakukan hubungan seks yang indah dengan pasangan, bahkan sekedar bermesraan dengan pasangan.
Penelitian menunjukkan separuh dari responden menyebutkan mereka mendapat kesenangan dan kenikmatan seks jika pasangan mereka berhenti mendengkur. Bahkan satu dari sepertiga pasangan mengatakan tak bisa menikmati seks karena dengkuran.
Penelitian yang didukung British Snoring and Sleep Apnoea Association ini menyebutkan bahwa ‘dengkuran’ menjadi sebab utama cekcok dalam rumah tangga bahkan tak jarang berakhir dengan perceraian.
Sekitar 81% partisipan yang memiliki pasangan pendengkur mengatakan mereka sangat terganggu dengan dengkuran dan mempengaruhi kualitas jam tidur mereka.
Dalam laporan menandai peluncuran National Stop Snoring Week menyebutkan sekitar 70% responden dengan pasangan pendengkur lebih memilih tidur di kamar terpisah.
“Para responden mengatakan hubungan mereka akan terjalin baik jika pasangan mereka tak lagi mendengkur, dengkuran ini sangat mempengaruhi kualitas hubungan seksual, ” jelas Marianne Davey, salah satu pendiri yayasan.
“Jika dengkuran tak segera diatasi bahkan dianggap remeh maka bukan tak mungkin dengkuran bisa membuat sebuah hubungan retak,” tambahnya.
Mendengkur terjadi karena tersumbatnya saluran napas saat seseorang sedang tidur, usaha udara untuk melewati saluran yang menyempit tersebut akan menimbulkan getaran dan keluar sebagai suara dengkuran.
Sederhananya, saat kita tidur, otot, termasuk otot pernapasan menjadi lebih rileks (melemas) dibandingkan saat kita terjaga, untuk sebagian orang keadaan ini tak akan menimbulkan suara dengkuran namun pada beberapa orang (terutama usia lanjut), otot yang rileks tersebut membuat saluran napas menyempit dan mengakibatkan penyumbatan.
Dalam penelitian yang diterbitkan di The Journal Of Clinical Endrocrinology menyebutkan pria yang tidur mendengkur tingkat testosteronnya cenderung lebih rendah meskipun masih dalam tingkat normal. Kecenderungan ini bisa menurunkan libido serta menganggu aktivitas seksual
Sumber: http://nurmanali.blogspot.com/

2 komentar: