Sabtu, 12 Mei 2012

Ketauladanan seorang Ahmadinejad David

Jika anda memiliki akun twitter dan anda sedang membukanya, So Please klik link:


Jika anda sedang membuka akun fb dan ingin mengirim alamat posting ini kedinding anda, silahkan klik jempol dibawah:



Saya baru saja surfing, menemukan artikel menarik tentang figur seorang manusia, seorang pemimpin luar biasa yaitu Ahmadinejad David , dia adalahPresiden Iran yang sekarang , saya arsipkan disini:Ahmadinejad David - figur pemimpin sejati.

Sebagai dokumentasi blog motivasi ini untuk melengkapi bacaan para pembaca blog ini, semoga bisa memberi inspirasi yang mencerahkan.

Ahmadinejad David adalah figur pemimpin yang sederhana dan tak mementingkan materialsme untuk kepentingan pribadinya, dan lebih mengutamakan kebutuhan rakyat. tentu ini sangat berbeda dengan kondisi di negeri ini, di mana di sudut-sudut negeri masih banyak yang kelaparan,buta huruf,tertimpa bencana, juga banyak gembel-gembel tidur di jalanan kota-kota besar, dan disisi lain, para petinggi, pejabat yang katanya seorang wakil rakyat sedang berpesta habis puluhan,ratusan juta, bahkan milyaran untuk acara ulang tahun, pernikahan ,dan lainnya...

So, apakah salah seseorang pejabat bermewah-mewahan dan menikmati yang konon di sebut sebagai hasil jerih payahnya sendiri...? , tentu saja dalam konteks individualistis, dan rasional , hal itu tak salah....tapi dalam konteks hatinurani, kemanusiaan,agama, maka harusnya menyadari konsekuensi-nya mau menjadi seorang pemimpin, ibarat seorang ayah..,bagaimana bisa bersenang senang dan makan enak, sementara ada anak-anaknya yang lain sedang kelaparan dan terlunta-lunta , di dalam agama islam juga bukankah sudah dicontohkan oleh Rasulullah tentang bagaimana figur dan cara hidup seorang pemimpin.

Tapi di negeri ini memang sudah menjadi budaya yang sangat kuat bahwa hal-hal yang harusnya bersifat kemanusiaan tapi malah kebalikannya ,yaitu semuanya lebih cenderung bersifat bisnis-komersil, seperti banyaknya (hampir semuanya) rumah sakit yang mempersulit pasien karena faktor komersil, bahkan Jenazah orang meninggal pun tak bisa di bawa pulang oleh keluarganya, jika biaya rumah sakti belum di lunasi, meski keluarga pasien adalah orang tak mampu....ASTAGHFIRULLAH...sudah seperti itukah jaman ini,...hatinurani manusia benar-benar telah penuh terisi uang...begitu juga dalam hal kepemimpinan, semuanya cenderung menjadi ukuran material, semakin tinggi jabatan akan semakin mewah dan kecukupan hidupnya...

Akhir kata, Alhamdulillah ,bersyukur aja, kita masih di beri kesempatan hidup supaya bisa memanfaatkan-nya dengan sebaik dan sebijak mungkin.
Sumber: http://nurmanali.blogspot.com/

1 komentar:

  1. postingan blog ini sesuai dengan isi yang di sajikan nya. aku baru menemukan informasi yang semenarik dalam blog ini. terima kasih ya gan informasinya.

    BalasHapus