Minggu, 02 Oktober 2011

Bercinta Maksiat di muara pantai

Jika anda memiliki akun twitter dan anda sedang membukanya, So Please klik link:


Jika anda sedang membuka akun fb dan ingin mengirim alamat posting ini kedinding anda, silahkan klik jempol dibawah:





14 Pasangan Maksiat Diringkus
Padang Ekspres  Berita Peristiwa  Selasa, 06/09/2011 - 17:12 WIB  RPG  370 klik
Minimnya penerangan di sekitaran proyek batu krib di muara pantai gandoriah di manfaatkan sejumlah pasangan  berbuat maksiat. Sejak seminggu sebelum lebaran hingga kemarin, 14 pasangan berhasil diamankan oleh Satpol PP, karena kedapatan tengah berbuat maksiat.

“Sejak seminggu sebelum lebaran hingga tadi malam, sudah 14 pasangan yang kami amankan mulai dari lokasi muaro hingga tempat pelelangan ikan. Mereka kedapatan tengah melakukan maksiat bahkan mendekati zina, kejadian seperti itu terus berulang setiap harinya, tadi malam berhasil kami amankan lagi 2 pasangan “ujar Kasatpol PP Sabar Maris kepada Padang Ekspres di ruang kerjanya, kemarin.

Mereka yang berhasil diamankan tadi malam sekitar pukul 09.30 wib adalah Haslidon,22, mahasiswa perguruan tinggi di Duri yang saat lebaran pulang ke kampung halamannya di Pasar Usang. 

Saat ditangkap ia tengah melakukan oral seks dengan pasangannya Oktavia,20, mantan pelajar SMA Lubuk Alung. Pasangan lain yang berhasil diamankan Zulherman,21, buruh asal Sunur dengan pasangannya Imar,19, yang juga berasal dari Sunur.

Minimnya penerangan di lokasi tersebut yang memicu orang-orang untuk berbuat maksiat. Sebelumnya lokasi muaro memiliki penerangan yang cukup. Namun karena beberapa waktu lalu, di lokasi ini sedang ada pengerjaan proyek pemasangan batu krib, sehingga tiang-tiang lampu penerangan tersebut turut di bongkar, sehingga lokasi tersebut menjadi gelap.

Sabar sendiri berharap instansi terkait segera membuat penerangan di lokasi ini, jika tidak maka lokasi tetap akan dimanfaatkan untuk berbuat maksiat. Karena lokasi yang gelap membuat mereka tidak malu untuk berbuat maksiat.

Kepala Dinas Tata Ruang Kota Pariaman Aguspriatman menyatakan pihaknya hanya mampu menyediakan lampu penerangan di lokasi tersebut. Sedangkan untuk tiang sementaranya, Aguspriatman menyatakan tidak ada anggaran yang bisa dialokasikan untuk itu.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Joni Rinaldi menyatakan kalau memang lokasi proyek tersebut menjadi lokasi maksiat pihaknya akan mencoba koordinasi dengan Dinas tata ruang untuk pengadaan penerangan jalan. Karena memang proyek tersebut baru akan selesai Oktober mendatang. 

“Biar kami coba koordinasikan dulu dengan dinas terkait, semoga kita bisa buat penerangan sementara, hingga proyek itu selesai,”ujarnya. (nia)
Sumber: http://nurmanali.blogspot.com/

0 komentar:

Poskan Komentar